Wellcome - Ahlan Wa Sahlan - Selamat Datang di Portal Abdul Rahman atau Oman :-)
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label hilmi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hilmi. Tampilkan semua postingan

Penjelasan Ketua Majlis Syuro Terkait Hasil Pemira dan Capres PKS

Written By Unknown on Sabtu, 28 Desember 2013 | 23.14


BANDUNG - Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara implisit menyiapkan dua skenario terkait dengan strategi pencapresan menjelang Pemilu 2014, di luar opsi ideal yang akan mengajukan paket figur internal sebagai jagoan.

Opsi tersebut yakni PKS tak menutup kemungkinan menduetkan kader terbaiknya dengan figur partai lain dalam bingkai koalisi. Sebagai opsi terakhir, mereka juga siap menerima sosok dari luar untuk merebut kursi RI-1.

Hal tersebut termaktub dalam penjelasan Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin di sela-sela Deklarasi Menu One Day No Rice berupa beras jagung di Bandung, Kamis (26/12).

"Capres PKS harus mempunyai akses politik yang memungkinkan dia didukung oleh parpol lain atau ormas. Namun pada akhirnya, pertimbangannya kan bagi kebaikan bangsa dan negara," jelasnya tentang capres eksternal.

Menurut Hilmi, pihaknya akan mempertimbangkan semua opsi yang bisa dimunculkan dalam rapat majelis syuro pada awal tahun depan. Majelis syuro salah satunya memperhitungkan bobot politik partai usai Pileg, April mendatang.

"Yang menentukan kan bobot politik setelah hasil Pemilu, sementara semua partai belum memperbarui bobot politiknya, karena itu yang akan menentukan (bursa pencapresan)," jelasnya.

Pertemuan itu sejatinya membahas penetapan capres internal partai hasil pemilihan raya (Pemira) pada akhir November lalu. Hasil Pemira menempatkan tiga kader teratas dari 22 nama yang dimunculkan daerah yang layak diajukan sebagai Capres. Ketiga kader tersebut adalah Ketua F-PKS DPR Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Anis Matta, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

"Apakah satu atau berapa nama yang dimunculkan jelang pencapresan, itu akan diputuskan majelis syuro akhir Januari nanti. Akan dimusyawarahkan dulu. Kita lakukan tanpa agenda hidden yang dipaksakan. Belum mengarahkan siapa yang dianggap cocok menjalankan kepercayaan partai," katanya. (suara merdeka)

Meraih Kemenangan di Mata Allah

Written By Unknown on Kamis, 26 Desember 2013 | 07.10



Oleh: KH. Hilmi Aminuddin

 Dakwah ini adalah proyeknya Allah, dan kita hanyalah pelaksananya saja. Kalau langkah-langkah kita sesuai dengan irsyadat (bimbingan) dan taujihat (arahan-arahan) rabbaniyyah wa-nnabawiyah (Rabb dan Nabi), kita akan dimenangkan oleh Allah SWT, insya Allah…

Karena dengan selalu disiplin terhadap manhaj rabbani, dengan taujihat rabbaniyyah, irsyadat rabbaniyah yang diberikan Al-Qur’an dan sunnah, maka kita sebelum dinilai menjadi pemenang di hadapan manusia, insya Allah telah dinilai menjadi pemenang di hadapan Allah.
Ikhwan wa akhwat fillah…meraih kemenangan di mata Allah harus menjadi target utama dan pertama sebelum meraih kemenangan menurut penilaian manusia. Na’udzubillah, kalau meraih kemenangan menurut penilaian manusia, sementara kalah menurut penilaian Allah, maka faqad khasira khusraanan mubiina. Rugi serugi-ruginya.

Saya pernah menjelaskan rumusan kemenangan rabbani yang sangat sederhana, seperti disampaikan oleh Imam Ahmad bin Hambal yang mengatakan bahwa definisi kemenangan itu adalah ‘Maa laazumul haqqu qulubana’ artinya: ‘selama kebenaran masih tetap kokoh di dalam hati kita.” Luzumul haq fi qulubina, itulah kemenangan. Itulah intishar. Itulah keberhasilan. Dalam percaturan, pertempuran, apakah ma’rakah siyasiyah, ma’rakah fikriyah, atau ma’rakah intikhabiyah, bentuknya apakah Pilkada di Kabupaten, Kota, Provinsi, Pemilu Nasional, Legislatif atau Presiden, pertama-tama yang harus diraih adalah kemenangan menurut penilaian Allah.

Insya Allah, jika kita dinilai Allah sebagai pemenang, Allah akan memberikan kemenangan yang dinilai oleh manusia. Itu rumusan dasar yang harus kita pegang. Jangan sampai target kemenangan-kemenangan pilkada atau pemilu nasional, membuat kita kalah menurut perhitungan Allah SWT. Kalah karena godaan-godaan jabatan jadi gubernur, bupati, walikota, bahkan presiden. Menang menurut manusia, kalau kemudian dalam posisi itu adalah hasil kecurangan, kezaliman dan ketamakan, maka maghlub ‘indallah, itu kalah menurut Allah.

Sebab ada inkhila-ul haq minal qalb, tercabutnya kebenaran dari hati. Tercerabutnya amanah dari hati. Inkhila-ul shidq, tercerabutnya kejujuran dari hati. Itu adalah kekalahan di sisi Allah. Tentu semua itu tidak kita inginkan. Karena itu kader-kader yang sudah memasuki lembaga-lembaga Negara, yang jadi gubernur atau wagub, atau walikota, atau wakil, agar mempertahankan kemenangan di sisi Allah dalam posisi itu. Agar tetap mustahiq (berhak) mendapatkan kemenangan berikutnya di arena perjuangan dan pergaulan antar manusia. [ ]

*http://www.al-intima.com/taujih-hilmi-aminuddin/meraih-kemenangan-di-mata-allah

Popular post

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Abdul Rahman (Oman) - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger